Thursday, January 23, 2014

Memilih Jurusan



Naik kelas 3 SMA dan jantung semakin berdegup kencang saat waktu semakin mendekati UMPTN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Saya dan sebagian besar teman-teman mengkhusu’kan diri belajar, belajar dan belajar. Ada yang ikut kursus tambahan, mengikuti try-out dan belajar bersama. Setiap orang memiliki jurusan impian dan cita-cita ingin jadi apa kelak. Saya sendiri “sebenarnya” masih bingung memilih jurusan apa. Bingung karena (1) Saya masuk kelas IPA, padahal jelas-jelas saya itu tidak berminat dengan dunia hitung menghitung dan hafalan ilmu alam/rumus; (2) Mau memilih jurusan IPS saat kuliah nanti takut ilmu IPA nya tidak terpakai; (3) Minat saya cukup jelas, gemar berorganisasi dan hal-hal yang terkait ilmu sosial (geografi, sejarah dst.) tapi orang tua menyarankan kuliah dengan masa depan yang “jelas” juga (maksudnya jelas pekerjaannya dan jelas gajinya he3)
Setelah cukup lama khusu’ belajar meningkatkan kapabilitas passing grade dan berkontemplasi memikirkan jurusan, akhirnya saya putuskan untuk mengikuti tes IPC (Ilmu Pengetahuan Campuran) pada UMPTN tahun 1999. Pilihan jurusan yang akhirnya saya ambil (1) Teknik Metalurgi UI; (2) Kimia Unair; dan (3) Ilmu Pemerintahan Unpad. Rupanya Allah berkehendak agar saya kuliah di pilihan ke-tiga.
Ada rasa bangga, haru dan senang akhirnya lolos UMPTN. Tapi dibalik itu orang tua masih sangsi tentang jurusan yang saya pilih, sekaligus khawatir juga tentang masa depanku. Periode yang sangat berat karena saya mati-matian mempertahankan jurusan yang saya pilih. Tidak mungkin lagi  saya ikut tes UIMPTN lagi tahun depan. Selain karena rugi waktu, malu juga kalo gabung dengan adik-adik kelas he3.
Kemudian di tanggal 17 Agustus 1999 (sehari setelah pengumuman UMPTN) saya berangkat ke Bandung untuk mengurus administrasi mahasiswa baru. Awalnya saya pikir akan kuliah di Bandung, tapi ternyata di Jatinangor yang jauhnya 2 jam perjalanan Damri dari Kampus Dipati Ukur Bandung. Ya sudahlah, meski lokasinya agak “pinggiran” tapi dijalani saja. Ini menjadi awal kehidupan lepas dari keluarga dan belajar mandiri. 



No comments:

HambaMu

My photo
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Numpang lahir dan besar di Jayapura sehingga menjadi pendukung loyal tim Sepakbola asal tanah Papua (Persipura, Persiram, PSSB, Perseru, Persiwa, Perseman, Persiss)... Sehari-hari bertugas di program pembangunan Bappenas (non-PNS) Bapak dua anak yang sangat menghargai "waktu kualitas" bersama keluarga Islam is my choice...