Sumber foto: facebook Pmr Satu Bekasi
Waktu baru masuk SMA tahun 1996 dan masa orientasi sekolah.
Kakak pendamping menyampaikan bahwa siswa baru wajib mengikuti kegiatan
organisasi ekstrakurikuler/ekskul minimal dua (2). Kebetulan ekskul di SMUN 1
Bekasi itu lumayan banyak, seperti Pramuka, Paskibra, Pecinta Alam, PMR, Pers SMA,
Kelompok Ilmiah Pelajar, Koperasi Siswa, Kelompok T
eater dan Olah raga.
Sebenarnya saya termasuk “malas” bilamana ikut kegiatan-kegiatan ekskul,
apalagi di hari minggu. Saat SMP saja saya merasa “terpaksa” ikut Pramuka
karena katanya berpengaruh terhadap nilai sekolah (padahal tidak tuh).
Ya sudah lah, dua ekskul yang terpilih adalah PMR dan Pers
SMA. Namun rupanya perjalanan karir di Pers SMA tidak berjalan lancar dan malah
tercebur di PMR. Tidak ada niat sebenarnya bergabung di PMR, hanya menggugurkan
kewajiban sebagai pelajar baru (he3).
Saat membanding-bandingkan ternyata mayoritas teman satu
kelas memilih organisasi yang lebih “menantang” seperti pecinta alam dan Olah
raga. PMR dan Koperasi merupakan ekskul di luar kategori itu. Selain itu, setelah
usut punya usut ada modus terselubung juga kenapa teman-teman lain memilih PMR:
(1) Kakak-kakak PMR tuh cakep dan cantik (ampun deh); dan (2) Ingin jadi dokter
(waah baru ngeh). Jauh banget dengan saya yang benar-benar tidak memiliki
motivasi “sesungguhnya” gabung ke PMR.
Lalu masa seleksi PMR dimulai, ada tiga tahap nih sebelum
kita diterima dan dilantik menjadi anggota baru: (1) caraka malam: seperti ajang melatih
mental karena disuruh jalan malam dari pukul 22.00 hingga jelang subuh melalui
beberapa pos dengan kata sandi yang rumit plus dimarah-marahi, dikerjain dan
dijelek-jelekin pula (ha ha ha); (2) orientasi medan: naah ini baru masuk materi
PMR sebenarnya seperti pengenalan obat-obatan, P3K, prinsip palang merah hingga
pembagian tugas dalam tim yang terdiri dari bagian kepala, badan, tangan, kaki,
caraka, korban dan perawatan. Karena saya badan saya paling tinggi tidak ideal
jadi korban maka memilih Kepala (secara perannya paling mudah dan ringan); dan
(3) tes lapangan di Gunung Puntang Bogor:
paling berkesan nih, karena kita berkemah dua hari (sabtu-minggu),
mempraktekkan pertolongan P3K plus evakuasi naik turun gunung, lalu dilantik
secara resmi sebagai anggota baru.
Pelantikannya lumayan berkesan dan kedinginan (he3). Setelah
praktek evakuasi, kita diminta turun ke curug dan diceburin!! Lalu para Koral
(korps alumni yang sudah sepuh) bertanya keseriusan kami gabung ke PMR. Sambil
ngancam segala kalau tidak serius disuruh pulang jalan kaki ke Bekasi (wadoh,
sampai kita ketakutan). Terlepas dari keterpaksaaan, dengan kesadaran tinggi
akhirnya saya, bersama teman-teman, mengucapkan janji setia di PMR SMUN 1
Bekasi angkatan XII. Offcially bisa
berkaus PMR biru dan berslayer kuning, Lalu bagaimana selanjutnya setelah
dilantik?
(bersambung)

No comments:
Post a Comment