sumber foto: http://www.tripadvisor.co.id/Tourism-g680181-Jayapura_Papua-Vacations.html
Dilahirkan di kota ini, Jayapura, pada tahun 1981 yang silam mengingatkan pada banyak hal. Lingkungan yang masih alami dan dipenuhi hutan, penduduk yang sangat sedikit, akses informasi yang terbatas dan budayanya yang unil. Di tahun 1988 dengan segala kenangan tersebut saya meninggalkan kota ini karena mengikuti orang tua yang berdinas ke kota lain. Jayapura tetap terkenang sekalipun jauh ditinggal. Saya tidak pernah merasa sebagai orang Jawa atau Lombok (asal kedua orang tua), tapi bingung juga bila mengaku-ngaku sebagai orang Papua (secara rambut tidak keriting dan kulit tidak gelap). Mengaku saja sebagai orang Indonesia saja, toh kita berbeda tetapi tetap satu.
Sebagai pelampiasan rindu setiap berita tentang Papua baik di TV maupun koran dilahap habis. Penampilan tim-tim sepakbola asal Papua (terutama Persipura) menjadi pesona tersendiri, apalagi saat para pemain Papua memperkuat tim nasional.
Alhamdulillah, di tahun 2010 tepatnya di bulan Februari, Allah memberikan saya umur panjang untuk sekedar menengok kembali kota ini. Namun semuanya jauh berubah. Penduduk semakin ramai, jalan-jalan diaspal mulus dan bagus, bahkan kesan sebagai sebuah daerah Papua tidak tampak lagi. Jayapura berkembang semakin maju dan metropolis. Dan sepertinya menimbulkan permasalahan yang sama seperti kota-kota besar lain di Indonesia.

No comments:
Post a Comment