Saya sebenarnya bukan tipikal
yang ingin aktif sekali di organisasi mahasiswa. Namun karena keadaan yang
memaksa akhirnya menjadi konsen juga di organisasi pers mahasiswa kampus.
Ada beberapa organisasi kampus
yang sempat dihampiri semasa kuliah di Unpad Jatinangor, seperti HMI, KAMMI, HIMA,
LDK (Lembaga Dakwah Kampus) Fisip, KSR (Korps Sukarela) PMI, Merpati Putih,
namun seiring perjalanan waktu hati ini cuma
tertambat di POLAR Pers Mahasiswa Fisip Unpad (lebay banget deh he3). Ada
beberapa alasan yaitu: (1) Saya tidak kuat berfilosofis dan berpikir terlalu
kritis seperti HMI; (2) Waktu itu saya agak sungkan kalo ikuta-ikutan demo Bu
Presiden Megawati bersama KAMMI; (3) Gak ikutan pelantikannya KSR dan Merpati
Putih; (4) Gak ikutan dan dipilih di kepengurusan HIMA dan LDK (entah kenapa ya
sepertinya saya agak kurang sreg juga aktif disitu; dan (5) POLAR diambang mati
suri dan salah satu personel yang masih bertahan
adalah saya.
Bergabung di POLAR sejak tahun
2000, namun kevakuman organisasi (karena permasalahan dana, SDM dan legalitas
kampus) menjadikan aktivitas POLAR tidak berjalan sebagaimana mestinya. Di tahun
2002 POLAR memberanikan diri terbit (setelah terakhir terbit tahun 1999) dan di
saat itu organisasi ini sudah kehilangan posisi strategisnya baik di mata
pejabat kampus (dekan dkk.) maupun organisasi mahasiswa lainnya seperti senat
dan BPM. Saat suksesi harus dilakukan, akhirnya saya (satu dari dua anggota
yang bertahan) terpilih menjadi Pimpinan Umum yang baru. Syukurlah pada saat
itu di bulan September 2002 POLAR telah merekrut beberapa anggota baru meski
kebanyakan adalah angkatan senior.
Jadi sesungguhnya terpilihnya
saya menjadi ketua itu bukan karena kapasita yang teruji, namun karena (menurut
saya) tidak ada lagi alternatif akhirnya dengan mengucapkan “bismillahirahmanirrahim”
memberanikan diri menjabat selama satu tahun saja.
Alhamdulillah secara perlahan
POLAR kami perbaiki bersama. Berhasil menerbitkan tiga majalah selama satu
tahun periode, diskusi rutin yang berjalan teratur, pelaksanaan Sekolah POLAR
untuk merekrut anggota baru di tahun 2003 serta menjalin kemitraan strategis
dengan Persma lainnya seperti Djatinangor (Fikom Unpad), Persma Unisba dan
Tabloid Boulevard (ITB). Waktu itu sempat juga bertemu dengan Pak Budhi Wibawa
(Pembantu Dekan I) untuk membicarakan masa depan POLAR tapi sepertinya mentok.
Tahun 2003 saya lengser dan
dilanjutkan dengan teman-teman baru. Yang membanggakan dari selama saya
beraktivitas di POLAR adalah kami belajar banyak hal bagaimana menghidupkan
organisasi yang hampir wafat menjadi organisasi yang dapat “sustain” hingga
saat ini. Terlebih lagi kawan-kawan dan adik-adik angkatan seperjuangan telah
merintis karir menjadi wartawan beneran.
Sebut saja Indra Subagja
(Wapemred Detik.com), Rudini (pelaksana redaktur harian Sindo Jabar), Agung Wijaya dan Sandy Indra (Tempo) lalu ada juga di tabloid
Kontan dan media massa lainnya. Meskipun saya sendiri memang memiliki karir di
bidang yang berbeda.
Mudah-mudahan peran pers
mahasiswa semakin baik dan melejitkan potensi anggotanya menjadi pribadi
bermanfaat. Amin.



No comments:
Post a Comment